Rabu, 06 Januari 2010

Gilbert O'Sullivan - Alone Again, Naturally Lyrics


In a little while from now
If I’m not feeling any less sour
I promise myself to treat myself
And visit a nearby tower
And climbing to the top will throw myself off
In an effort to make it clear to who
Ever what it’s like when you’re shattered
Left standing in the lurch at a church
Where people saying: "My God, that’s tough
She's stood him up"
No point in us remaining
We may as well go home
As I did on my own
Alone again, naturally

To think that only yesterday
I was cheerful, bright and gay
Looking forward to well wouldn’t do
The role I was about to play
But as if to knock me down
Reality came around
And without so much, as a mere touch
Cut me into little pieces
Leaving me to doubt
Talk about God and His mercy
Or if He really does exist
Why did He desert me in my hour of need
I truly am indeed Alone again, naturally

It seems to me that there are more hearts
broken in the world that can’t be mended
Left unattended
What do we do? What do we do?

Alone again, naturally
Now looking back over the years
And whatever else that appears
I remember I cried when my father died
Never wishing to hide the tears
And at sixty-five years old
My mother, God rest her soul,
Couldn’t understand why the only man
She had ever loved had been taken
Leaving her to start with a heart so badly broken
Despite encouragement from me
No words were ever spoken
And when she passed away
I cried and cried all day
Alone again, naturally
Alone again, naturally

Senin, 07 Desember 2009

ALS




Amyotrophic lateral sclerosis adalah suatu bentuk penyakit motor neuron. ALS yang biasa disebut Maladie de Charcot, adalah suatu penyakit yang progresif dan fatal. Penyakit neurodegenerative disebabkan oleh degenerasi dari motor neuron, sel-sel saraf di sistem saraf pusat yang mengendalikan gerakan spontan otot. Kondisi ini biasa disebut penyakit Lou Gehrig di amerika utara , setelah seorang ikon pemain baseball Yankees New York di diagnosa menderita penyakit ini pada 1939 dan meninggal pada tahun 1939 dalam usia 37 tahun. Sekarang ini, fisikawan terkenal Stephen Hawking dan gitar virtuoso Jason Becker adalah orang terkenal, yang menderita ALS dan masih hidup hingga saat ini. Gangguan ini menyebabkan kelemahan otot dan atrofi di seluruh tubuh baik bagian atas dan bawah neuron motor merosot, berhenti untuk mengirim impuls pesan ke otot. Karena idak bisa berfungsi, otot secara bertahap melemah, mengembangkan fasciculations (berkedut) karena denervation, dan akhirnya atrofi karena itu denervation. Akhirnya, penderita mungkin kehilangan kemampuan untuk memulai dan mengendalikan semua gerakan sukarela. Hanya kandung kemih dan usus sfingter dan otot-otot pergerakan mata yang bertugas atas yang mampu (tetapi tidak selalu) selamat.

Fungsi kognitif umumnya terhindar kecuali dalam situasi tertentu seperti ketika ALS dikaitkan dengan frontotemporal demensia. Namun, ada laporan tentang perubahan kognitif lebih halus dari jenis frontotemporal pada banyak pasien ketika tes neuropsikologi rinci digunakan. Sensorik saraf dan sistem saraf otonom, yang mengendalikan fungsi-fungsi seperti berkeringat, umumnya tetap fungsional.

Jumat, 19 Juni 2009

Seminggu menjelang UAS



Tak terasa sudah ujian akhir menunggu di depan mata. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi perang suci kali ini. Minggu tenang yang diharapkan oleh para mahasiswa terbang sudah. Berganti dengan minggu pembalasan. Bagaimana tidak, tugas yang sudah hampir klimaks batas waktunya bertumpuk di minggu ini. Tuhan memang adil, tuntas sudah kemalasan saya semester ini dibalas dengan serangan bertubi-tubi asisten praktikum bagai lintah darat meminta laporan-laporan yang selama ini terbengkalai(hehe..buat indra ma faqih sori ya). Jadwal tidur saya pun berubah dari rata-rata jam dua malam menjadi subuh (meskipun jadwal bangun juga berubah dari jam enam jadi jam sembilan).
Wabah ‘menjelang ujian’ ini ternyata tidak saya alami sendiri. Dari hasil pengamatan saya, setidaknya sembilan puluh persen teman saya juga tertular wabah yang sama. Jika ini terus berlanjut, saya takut suasana kampus menjadi horor. Asisten dosen Thermodinamika saya faqih misalnya, hari ini dia mencukur rambutnya yang aduhai. Bukannya apa-apa, kalau menghadapi ujian saja rambutnya sudah dipotong, rambut mana lagi yang akan dia potong ketika menghadapi ujian lain seandainya kepalanya sudah licin?. Itu baru satu, lain lagi dengan Yasir. Yasir ini entah kenapa menjadi sangat terobsesi dengan film ketika cinta bertasbih. Hampir setiap teman sekelas diberinya nama tokoh film tersebut. Dan yang lebih parahnya tokoh Azam yang sangat mulia tersebut dianugerahkan Yasir kepada seorang makhluk bernama Ahamad Wafy El Khobeiri!. Astaghfirullahal’adzim
Tapi dari aroma ini saya bisa merasakan energy positif dari teman-teman. Saya selalu percaya bahwa saya memiliki teman-teman yang sangat luar biasa dan pantang menyerah. Satu hal yang perlu diingat adalah kegagalan bukanlah akhir segalanya. Mungkin pada ujian tengah semester lalu kita kurang bisa memaksimalkan upaya kita. Dan tiada kata terlambat untuk itu. Saya sendiri sempat merasa down dan berkecil hati dengan hasil ujian saya pada tengah semester ini. Namun, saya kembali teringat doa dan harapan dari ibu saya. Jujur hanya itu motivasi saya sekarang ini. Saya percaya Tuhan akan selalu membantu niat saya itu. Dan saya yakin anda semua juga memiliki motivasi yang sama. Untuk membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Percayalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia yang tanpa batas ini.
Terakhir saya meminta maaf apabila saya selama ini banyak berbuat salah. Semoga semua berjalan seperti yang kita inginkan dan semua itu di ridhoi oleh-Nya.Amin. Ganbatte!!Jia You!!Semangat!!
Let’s hold hand together

We can share forever

Maybe someday the sky

will be coloured with our love

Rabu, 10 Juni 2009

refresh

buka microsoft word>>>ketik =rand (200,99) enter
lihat hasilnya...

anda akan tahu tentang rahasia microsoft.hehe
selamat mencoba

Senin, 08 Juni 2009

Afry di masa kelas tiga sma (Part I)



Entah kenapa malam ini saya kembali teringat masa-masa saya bersekolah. Salah satu masa yang penuh intrik, menyenangkan sekaligus masa pembentukan karakter, tak terkecuali bagi saya. Banyak kenangan yang terekam dalam ingatan saya, tapi kali ini saya hanya akan bercerita tentang masa kelas tiga saya, atau lebih tepatnya kelas dua belas. Kelas ini disebut kelas dua belas ipa satu. Tak ada satu pun wanita disini, atau bisa dikatakan semua penduduknya adalah pria. Bisa dibayangkan betapa suramnya kelas kami. Bau keringat,bau kaki sudah menjadi kebiasaan disini, tidak mengherankan apabila kelas kami dinobatkan menjadi salah satu kelas paling jorok dan yang paling memabukkan. Saya sendiri memecahkan rekor dengan tidak pernah mencuci celana PDH saya (semacam pakaian identitas sekolah) selama tiga tahun penuh. Dan terus terang saya tidak bangga dengan rekor tersebut.
Seperti biasa, pada pagi hari saya selalu telat masuk. Namun saya selalu menikmati kemalasan ringan seperti ini karena semua itu selalu kembali pada prinsip,”telat pun harus dilakukan dengan semangat”. Sebelum memulai pelajaran di kelas, tradisi tadarus dilakukan lima belas menit. Namun banyak sebagian teman saya yang menggantinya dengan makan pagi, menonton tv, maupun melanjutkan tidur pagi. Saya hanya bisa menggelengkan kepala. Berulang kali saya mengingatkan mereka, tapi hujatan-hujatan yang sering saya terima (bayangkan kisah nabi musa). Anda tahu sebabnya? Karena pada saat tadarus dimulai, saya belum sampai dikelas karena telat.
Tidak berbeda dengan kalian, pelajaran adalah satu hal yang paling menjenuhkan. Bahkan saking ekstrim-nya hampir delapan puluh persen populasi kelas tertidur di kelas. Dan saya sekali lagi termasuk daftar begundal-begundal penidur tadi. Kadang kami bingung, apakah di dalam kelas kami terdapat roh-roh halus yang suka membuat kantuk kami. Saya sangat jengkel terhadap kemalasan seperti ini, pernah kami satu kelas membuat upacara memanggil makhluk halus tadi. Bukan untuk memintanya pergi, melainkan membuat ngantuk sang guru juga. Untungnya, guru-guru disini sangat baik. Selain sangat tahan terhadap bau-bau tidak jelas tadi, mereka juga tidak pernah memarahi kami karena tertidur. Alasan mereka sangat mulia,”Lebih baik kalian tidur daripada mengganggu proses belajar mengajar”. Kami pun sangat menghormati dan menghargai dedikasi beliau-beliau tadi dengan penuh keikhlasan. Dan akhirnya proses belajar mengajar pun berjalan dengan damai dan lancar.
(bersambung ke Part II)